Universitas di India Terima Respons Negatif Atas Klaim Sukses Membuat Robot Sendiri

Pada dunia yang semakin digital dan otomatis, robotika telah menjadi bidang yang populer dan menarik. India, sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan teknologi yang pesat, juga berpartisipasi dalam perkembangan ini. Namun, barisan perkembangan tersebut tampaknya tersandung ketika sebuah universitas di India dituduh membuat klaim yang tidak benar tentang robot buatannya sendiri, yang ternyata berasal dari China. Klaim ini bukan hanya mendapat respons negatif dari masyarakat umum, namun juga dari para ahli dan pejabat pemerintahan.
Klaim Kontroversial dari Universitas di India
Universitas Galgotias, sebuah institusi pendidikan di India, baru-baru ini mendapatkan sorotan publik yang negatif. Hal ini bermula ketika mereka mengklaim telah berhasil membuat robot sendiri, yang mereka pamerkan pada AI Summit India. Namun, klaim ini ternyata tidak sepenuhnya benar.
Seorang profesor komunikasi bernama Neha Singh mengatakan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi milik negara bahwa robot yang mereka miliki, yang mereka sebut sebagai Orion, dikembangkan oleh Centre of Excellence di Universitas Galgotias. Pernyataan ini kemudian menjadi viral dan menarik perhatian publik.
Identifikasi Robot Sebenarnya
Sejalan dengan penyebaran pernyataan tersebut, beberapa pengguna media sosial yang memiliki pengetahuan tentang robotika dengan cepat mengidentifikasi bahwa robot tersebut sebenarnya adalah Unitree Go2, buatan Unitree Robotics China. Robot ini dijual dengan harga sekitar US$2.800 dan telah banyak digunakan dalam penelitian dan pendidikan di seluruh dunia.
Kritik dan Implikasi yang Muncul
Insiden ini kemudian memicu banjir kritik dan penilaian negatif terhadap ambisi India dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Keadaan semakin memburuk ketika Menteri Teknologi Informasi India, Ashwini Vaishnaw, membagikan klip video dari wawancara tersebut di akun media sosial resminya. Setelah mendapat respons negatif, postingan tersebut akhirnya dihapus.
Universitas Galgotias dan Profesor Singh kemudian memberikan klarifikasi bahwa robot tersebut bukanlah hasil karya mereka dan universitas tidak pernah mengklaim sebaliknya. Meski demikian, keraguan dan kekecewaan publik sudah terlanjur tersebar.
Respons Universitas dan Situasi Terkini
Meski diberondong kritik dan tuduhan plagiarisme, booth Universitas Galgotias di AI Summit India tetap beroperasi. Pejabat universitas yang hadir di booth tersebut menjawab berbagai pertanyaan dari media terkait insiden tersebut.
Seorang perwakilan booth mengungkapkan bahwa hingga Rabu pagi (18/2), mereka belum menerima pemberitahuan apapun terkait dikeluarkannya mereka dari acara tersebut. India AI Impact Summit di Bharat Mandapam, New Delhi, sendiri berlangsung hingga hari Sabtu (21/2).
Acara ini dikenal sebagai pertemuan AI besar pertama yang diselenggarakan di negara-negara Global Selatan, dan tentunya menjadi panggung yang penting untuk menunjukkan perkembangan teknologi di kawasan tersebut. Sayangnya, insiden yang melibatkan Universitas Galgotias ini memberikan gambaran yang kurang positif tentang perkembangan teknologi di India.