Perayaan Waisak 2570 BE: Rico Waas Serukan Warga Medan Jaga Harmoni dan Sebarkan Kedamaian

Perayaan Waisak 2570 BE kali ini mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan”, di mana Rico Waas, selaku Wali Kota Medan, hadir bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap; Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen; Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman; Dandim 0201/Medan, Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo; serta tokoh lintas agama dan berbagai unsur Forkopimda.
Makna Waisak dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan bahwa makna dari perayaan Waisak lebih dalam daripada sekadar ritual keagamaan. Waisak seharusnya menjadi momen untuk merenung dan berusaha menghadirkan kedamaian dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam keluarga, komunitas, maupun di lingkungan sosial.
“Mari kita jadikan Waisak sebagai waktu untuk introspeksi, memperbaiki diri, serta menyebarkan kebaikan sambil menjaga keharmonisan dalam aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.
Pesan untuk Masyarakat
Rico Waas melanjutkan dengan ajakan kepada masyarakat untuk melepaskan perasaan negatif seperti iri hati dan kebiasaan menyalahkan orang lain. Emosi yang tidak terkendali dapat mengganggu keharmonisan, sehingga penting untuk menciptakan suasana damai dan penuh ketenangan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kedamaian sejati tidak ditentukan oleh kekayaan atau status sosial, melainkan oleh kemampuan untuk hidup dalam suasana penuh kasih sayang, saling menghargai, dan menghormati perbedaan.
Harmoni dalam Keberagaman
Ketua Walubi Kota Medan, Arman Chandra, juga memberikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman sebagai fondasi kemajuan kota. Dengan tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan”, ia mengingatkan semua elemen masyarakat tentang pentingnya memelihara kompas moral di tengah tantangan yang terus berkembang.
“Perdamaian tidak muncul dari keseragaman, tetapi dari kemampuan kita untuk hidup berdampingan secara harmonis dalam perbedaan,” jelasnya.
Identitas Kota Medan
Arman menambahkan bahwa perayaan Waisak merupakan refleksi dari identitas Kota Medan yang kaya akan keberagaman suku, ras, dan agama. Semua elemen masyarakat dapat bersatu dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat.
“Kami mengapresiasi dukungan yang terus menerus dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, yang telah memastikan bahwa perayaan Waisak berlangsung secara meriah dan inklusif. Bagi Walubi, dukungan Pemko Medan dalam memfasilitasi perayaan keagamaan adalah bukti nyata bahwa setiap warga memiliki hak untuk beribadah dengan nyaman,” tuturnya.
Puncak Perayaan Waisak 2570 BE
Puncak perayaan Waisak 2570 BE/2026 ditandai dengan prosesi penyalaan api obor atau pelita perdamaian, yang juga mencakup penyalaan lilin sebagai simbol harapan untuk terciptanya kehidupan yang harmonis, toleran, dan saling menghormati. Prosesi ini dilakukan oleh Rico Waas bersama Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, serta para tokoh agama dan unsur Forkopimda.
Pawai Waisak
Selain itu, perayaan Hari Waisak yang diadakan oleh Pemko Medan juga dimeriahkan dengan pawai Waisak yang diikuti oleh ratusan umat Buddha. Pelepasan pawai ini dilakukan oleh Rico Waas didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Medan.
- Perayaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
- Penghormatan terhadap keberagaman budaya dan agama.
- Simbolisasi kedamaian melalui api obor.
- Ajakan untuk menjaga hubungan harmonis antar umat beragama.
- Partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Peranan Pemko Medan dalam Perayaan Waisak
Pemerintah Kota Medan berperan aktif dalam menyelenggarakan perayaan Waisak, yang mencerminkan komitmen untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Dengan mendukung berbagai kegiatan keagamaan, Pemko Medan menunjukkan bahwa setiap warga negara berhak untuk merayakan keyakinan mereka dengan berlandaskan pada nilai-nilai toleransi.
Rico Waas menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam setiap acara keagamaan, sebagai wujud nyata dari komitmen terhadap keberagaman. “Kita harus saling mendukung dan menghormati satu sama lain untuk menciptakan Medan yang damai dan sejahtera,” ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui perayaan Waisak ini, diharapkan masyarakat Kota Medan dapat lebih menyadari pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini adalah panggilan untuk berkontribusi positif terhadap lingkungan dan membangun masyarakat yang lebih baik.
“Semoga setiap perayaan keagamaan menjadi momentum untuk kita semua, agar lebih bertoleransi dan menghargai perbedaan, demi terciptanya kehidupan yang lebih baik,” tutup Rico Waas dengan semangat.