Satu Tahun Kepemimpinan Zulkifli-Suradji, Memperkuat Pembangunan Berkelanjutan Kota Sabang

Pada tahun pertama kepemimpinan Zulkifli H. Adam dan Suradji Junus sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperkuat pembangunan yang berkelanjutan di kota yang terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan baharinya ini. Meskipun Sabang memiliki potensi yang luar biasa, tantangan yang dihadapi tidaklah sederhana. Keterbatasan anggaran, kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat, dan keharusan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi isu krusial yang harus dihadapi secara efisien.
Pembangunan Berkelanjutan dan Kerjasama dengan Pemerintah Pusat
Di bawah kepemimpinan Zulkifli dan Suradji, langkah-langkah strategis telah diambil untuk memperkuat pelayanan dasar dan perlindungan sosial. Fokus pemerintah kota diarahkan pada pengembangan sektor unggulan yang dapat berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan dampak yang signifikan bagi masyarakat.
Selama tahun pertama, sejumlah pencapaian mulai terlihat. Salah satunya adalah penghargaan Ecological Fiscal Transfer (EFT) 2025 yang diraih dalam Konferensi Nasional Pendanaan Ekologis VI di Jakarta. Penghargaan ini mencerminkan komitmen Sabang dalam menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Penghargaan dan Investasi
Selain itu, Proyek Rumah Sakit Terpadu Sabang berhasil masuk dalam daftar Peluang Investasi Daerah Tahun 2025 yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di daerah tersebut, mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
- Penghargaan Kota Tercepat dalam Pengesahan Badan Hukum Koperasi Desa
- Penghargaan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri
- Universal Health Coverage (UHC) Award dari BPJS Kesehatan
- Predikat “Informatif” Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi Aceh
- Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Peningkatan Layanan Dasar dan Perlindungan Sosial
Pemerintah Kota Sabang berfokus pada penguatan layanan dasar, yang diiringi dengan program perlindungan sosial seperti Geunaseh. Program ini bertujuan untuk mencegah stunting dan memenuhi kebutuhan gizi anak. Selain itu, subsidi LPG 3 kilogram tetap disalurkan untuk menjaga daya beli masyarakat, dan bantuan listrik berbasis gampong diberikan untuk meringankan beban rumah tangga.
Di sektor pendidikan, dukungan juga terus diberikan melalui bantuan biaya pendidikan dari tingkat SD hingga SMA. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung wajib belajar 12 tahun dengan standar mutu yang tinggi, sekaligus mengurangi beban finansial bagi para orang tua.
Pariwisata Sebagai Penggerak Ekonomi
Seiring dengan penguatan layanan dasar, sektor pariwisata tetap menjadi fokus utama dalam menciptakan sumber pendapatan bagi masyarakat. Destinasi-destinasi wisata seperti Iboih, Pulau Rubiah, dan Kilometer Nol Indonesia terus menarik pengunjung. Namun, dampak pariwisata tidak hanya terlihat dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari pertumbuhan UMKM, penginapan, dan sektor transportasi lokal yang semakin berkembang.
Kerja sama yang baik antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif telah membuahkan hasil. Prestasi yang diraih dalam kategori Inovasi Motif Khas Bungong Ue dan Geulumbang pada Penghargaan Serambi Ekraf Tahun 2025 menjadi bukti nyata dari sinergi ini.
Pertanian dan Ketahanan Pangan
Di samping sektor pariwisata, perhatian khusus juga diberikan pada pengembangan sektor pertanian. Ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat ekonomi lokal serta mendukung program ketahanan pangan nasional. Dukungan dari Kementerian Pertanian berupa alat dan mesin pertanian, seperti traktor dan pompa air, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Sabang.
Wali Kota Zulkifli menyatakan, “Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas kita. Dukungan alat pertanian sangat membantu masyarakat dalam mengelola lahan secara lebih efektif. Kami berharap sektor ini dapat tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.”
Sabang juga memiliki potensi komoditas pertanian lainnya seperti cengkeh, salak, dan kakao. Kakao, khususnya, menjadi unggulan yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi petani, tetapi juga berkembang melalui industri pengolahan lokal yang mendukung wisata edukasi.
Komunikasi dan Sinergi dengan Pemerintah Pusat
Di balik setiap pencapaian, terdapat usaha yang tidak tampak di permukaan, yaitu memperkuat akses pembangunan melalui pemerintah pusat. Selama satu tahun, Wali Kota Zulkifli aktif membangun komunikasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, serta menjalin jejaring dengan anggota DPR RI lintas partai untuk memperjuangkan program dan anggaran bagi daerah.
Langkah ini menjadi sangat penting di tengah keterbatasan fiskal daerah dan tantangan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci untuk memastikan bahwa pembangunan dapat terus berjalan tanpa kehilangan arah.
Program Strategis untuk Masyarakat
Beberapa program strategis telah dicanangkan, termasuk pembangunan desa nelayan di tiga lokasi. Dengan alokasi sekitar Rp30 miliar per desa, Sabang berhasil memperoleh tiga titik pembangunan, yakni di gampong Jaboi, Keneukai, dan Batee Shoek. Selain itu, bantuan 100 unit rumah nelayan tipe 36 serta pembangunan infrastruktur jalan yang bersumber dari APBN menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kita patut bersyukur karena hubungan dengan pemerintah pusat terus terjalin dengan baik. Dukungan anggaran yang diberikan sangat membantu daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Zulkifli.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, berbagai capaian dan penguatan yang telah dilakukan menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh. Fokus pada layanan dasar, perlindungan sosial, pengembangan pariwisata, ketahanan pangan, serta perluasan kerja sama dengan pemerintah pusat akan terus menjadi arah pembangunan Sabang, dengan harapan agar manfaat pembangunan semakin dirasakan oleh masyarakat.
