Danyonif 125/SMB Sandang Merga Ginting Dapat Kehormatan dari Bupati Karo Sebagai Orang Tua

Kabanjahe baru-baru ini menjadi saksi pentingnya sebuah tradisi yang melibatkan Danyonif 125/SMB, Letkol (Inf) Hari Mughnii Nagara, SE, M.H.I. Dalam sebuah acara yang penuh makna, beliau ditabalkan menjadi bagian dari marga Ginting oleh Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG. Acara yang berlangsung pada Selasa, 1 April 2026, di Jambur Arupadatu Batalyon Infanteri 125 Simbisa, memberikan kehormatan sekaligus tanggung jawab baru bagi Danyonif 125/SMB.
Makna Penting Acara Adat
Acara ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan mencerminkan kuatnya ikatan budaya dan keluarga dalam masyarakat Karo. Upacara diawali dengan pengalo-ngalo, yang merupakan bentuk penghormatan oleh anak Beru Ginting dan Anak Beru Tarigan kepada Keluarga Besar Ginting Mergana serta Keluarga Besar Tarigan Mergana. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Mayjend TNI (Purn) Ruchjan, SH, M.M, M.Sc, ayah kandung dari Danyonif 125/SMB, menambah khidmatnya acara ini.
Selain itu, Ibu Patris R.A. Rumbayan, istri dari Kolonel (Purn) Giyono, Danyonif 125/SMB ke-17, juga hadir untuk memberikan dukungan moral. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya peran keluarga dalam mendukung karier seorang prajurit.
Proses Pengukuhan Danyonif 125/SMB
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan prosesi ngampeken Bulang-Bulang yang dilakukan oleh Merga Bukit, yang merupakan Kalimbubu dari Ginting Mergana, kepada Danyonif 125/SMB. Prosesi ini menandai pengakuan resmi Danyonif 125/SMB sebagai Merga Ginting Bebere Bukit Kempu Milala. Sementara itu, Ketua Persit KCK Ranting IV 125/SMB, Ny. Elma Hari Mughnii Nagara, juga diakui sebagai Beru Tarigan Bebere Sinuhaji Kempu Ginting, memperkuat hubungan antara kedua keluarga besar.
Tradisi ini bukan hanya simbolik, tetapi juga menegaskan komitmen Danyonif 125/SMB untuk membawa dan mengharumkan nama baik marga Ginting di mana pun beliau bertugas. Hal ini menjadi harapan bagi masyarakat Karo agar Danyonif dapat menjadi sosok yang membanggakan.
Pernyataan Bupati Karo
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karo memberikan pesan yang mendalam kepada Danyonif 125/SMB. Beliau mengingatkan agar Danyonif selalu membawa nama baik Ginting Mergana dan Tarigan Mergana, baik di daerah maupun dalam tugas-tugas yang akan datang.
Bupati Karo menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan keluarga Ginting dan Tarigan, serta berusaha untuk menjadi sosok yang menginspirasi dan membanggakan, khususnya bagi warga Karo. Pesan ini bukan hanya ditujukan kepada Danyonif, tetapi juga kepada Ny. Elma Hari Mughnii Nagara, yang diharapkan dapat menjalankan peran sebagai Ketua Persit KCK Ranting IV 125/SMB dengan baik.
Harapan untuk Masa Depan
Bupati Karo menegaskan, “Mulai sekarang, Hari Mughnii resmi menjadi Merga Ginting Bebere Bukit Kempu Milala. Tidak hanya di Kabupaten Karo, tetapi di mana pun tugas membawa nama baik Ginting Mergana adalah tanggung jawab yang harus diemban.” Harapan ini tentu menjadi dorongan bagi Danyonif untuk terus berprestasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP juga menyampaikan harapan serupa kepada Ny. Elma Hari Mughnii Nagara, menegaskan bahwa peran serta dukungan dari keluarga sangat penting dalam perjalanan karier Danyonif.
Ucapan Terima Kasih dari Danyonif 125/SMB
Dalam suasana penuh haru, Danyonif 125/SMB mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Keluarga Besar Ginting Mergana dan Tarigan Mergana. Ucapan ini menunjukkan rasa hormat dan penghargaan Danyonif terhadap tradisi serta nilai-nilai yang dipegang oleh kedua keluarga besar tersebut.
“Saya bangga menjadi bagian dari Merga Ginting. Banyak tokoh Karo Merga Ginting yang saya kagumi, termasuk Letjend (Purn) Djamin Ginting, yang terkenal dengan semboyan ‘Patah Tumbuh Hilang Berganti’. Semboyan ini menjadi identitas resmi Batalyon Infanteri 125/Simbisa,” ujarnya.
Komitmen Danyonif untuk mengharumkan nama baik Ginting dan Kabupaten Karo tercinta ini merupakan harapan bersama yang diinginkan oleh seluruh masyarakat.
Tradisi yang Diteruskan
Acara ditutup dengan penyampaian sepatah dua patah kata dari Senina, Kalimbubu, serta Anak Beru Ginting dan Tarigan Mergana. Tradisi ini menunjukkan betapa dalamnya ikatan keluarga dalam masyarakat Karo, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya yang ada.
Dengan demikian, peristiwa ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi Danyonif 125/SMB tetapi juga bagi seluruh warga Karo, yang berharap agar prestasi dan dedikasi Danyonif dapat menjadi inspirasi untuk generasi mendatang.
