Jalan Sadik-Simangu Kota Serang Senilai Rp2,3 M Segera Diperbaiki dengan Aspal dan Semen

Proyek rekonstruksi Jalan Sadik–Simangu yang terletak di Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, kini menjadi perhatian publik setelah terungkap adanya kerusakan pada struktur beton yang baru saja selesai dikerjakan. Proyek ini menelan biaya hampir Rp2,4 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang untuk tahun anggaran 2026. Namun, jalan tersebut dilaporkan mengalami keretakan dan patah pada setidaknya 22 titik.
Kualitas Pekerjaan Menjadi Pertanyaan
Temuan kerusakan ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai kualitas pekerjaan yang dilakukan, mutu material yang digunakan, serta efektivitas pengawasan dalam proyek yang dibiayai oleh uang rakyat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat bahwa dana publik tidak dimanfaatkan dengan baik.
Pantauan Tim Investigasi
Dalam hasil pantauan yang dilakukan oleh tim investigasi pada Minggu, 31 Mei 2026, terlihat bahwa sejumlah area dari beton jalan mengalami keretakan yang cukup parah, meskipun pekerjaan baru saja selesai. Ironisnya, kerusakan ini tidak diperbaiki dengan metode yang seharusnya, melainkan hanya ditutup dengan campuran aspal dan semen.
Pentingnya Perbaikan yang Tepat
Langkah perbaikan yang bersifat kosmetik ini justru menimbulkan kecurigaan di kalangan masyarakat. Penambalan yang tidak menyentuh akar masalah, apabila kerusakan ini disebabkan oleh rendahnya mutu konstruksi atau kesalahan dalam pelaksanaan, dinilai tidak akan menyelesaikan masalah yang ada.
Detail Proyek Rekonstruksi
Proyek ini berada di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang dengan nilai kontrak mencapai Rp2.398.760.000. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Karaton Mega Karya, sementara pengawasan dilakukan oleh CV Tri Karya Konsultan.
Kualitas Material dan Proses Pembangunan
Kemunculan retakan dan patahan pada beton yang baru selesai dikerjakan memunculkan pertanyaan besar. Dalam konstruksi jalan beton, kualitas material, komposisi campuran, serta proses pengecoran hingga masa perawatan (curing) adalah faktor krusial yang menentukan daya tahan dan umur layanan jalan tersebut. Oleh karena itu, kerusakan yang muncul dalam waktu singkat menjadi perhatian yang serius.
Suara Masyarakat
“Jika pekerjaan baru saja selesai tetapi sudah retak di puluhan titik, tentu masyarakat berhak untuk mempertanyakan apakah pekerjaan itu sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan,” ungkap salah satu warga yang melintas di lokasi.
Potensi Kerugian Keuangan Daerah
Keadaan ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi kerugian bagi keuangan daerah. Proyek yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah seharusnya mampu menghasilkan infrastruktur berkualitas tinggi dan memiliki daya tahan jangka panjang. Namun, kerusakan yang terlihat pada tahap awal justru menimbulkan tanda tanya besar.
Tantangan Bagi Pengawasan Proyek
Temuan keretakan dan patahan di 22 titik ini menjadi ujian bagi fungsi pengawasan proyek. Publik mulai mempertanyakan sejauh mana proses monitoring dilakukan oleh konsultan pengawas dan pengendalian mutu oleh instansi terkait selama proses pembangunan berlangsung.
Keterangan Resmi Dari Pihak Terkait
Hingga berita ini disusun, pihak Dinas PUPR Kota Serang, CV Karaton Mega Karya, dan CV Tri Karya Konsultan belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab keretakan maupun langkah-langkah penanganan yang akan diambil. Upaya untuk mendapatkan klarifikasi dari semua pihak yang terlibat masih terus dilakukan.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap agar Pemerintah Kota Serang tidak mengabaikan temuan ini. Evaluasi menyeluruh, audit teknis, dan pengujian kualitas konstruksi perlu dilakukan untuk memastikan bahwa hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang tertera dalam kontrak.
Akuntabilitas Penggunaan Anggaran APBD
Setiap rupiah yang bersumber dari APBD harus dipertanggungjawabkan kepada publik. Infrastruktur yang dibangun dengan dana rakyat seharusnya memberikan manfaat jangka panjang dan bukan meninggalkan pertanyaan tentang kualitas sejak hari pertama digunakan. Dengan demikian, penting bagi pemangku kebijakan untuk memastikan bahwa proyek ini tidak hanya sekadar memenuhi target penyelesaian, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang diharapkan oleh masyarakat.
Melihat situasi ini, diharapkan semua pihak dapat berkontribusi untuk mengatasi masalah ini dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Hanya dengan pengawasan yang ketat dan akuntabilitas yang tinggi, kita dapat memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun di Kota Serang dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.






